umyogyak SUN@RTI ANG DH~IR: fisika XII

wellcome to the my bog

Tampilkan postingan dengan label fisika XII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fisika XII. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2011

SMA NEGERI 01 UNGGULAN KAMANRE

Pembentukan Bayangan Pada Lensa Tipis

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA CEMBUNG (KONVEKS/POSITIF)

Perhatikan pembagian ruang I, II, III, IV (ruang IV adalah daerah di depan lensa)



PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA CEKUNG (KONKAF/NEGATIF)
Bayangan yang terbentuk selalu maya, tegak dan diperkecil

Gbr. Lensa Cekung

Untuk kedua jenis lensa cembung den cekung berlaku rumus:
Lensa tipis
Lensa tebal
 
1/f = 1/s + 1/s' n1/s + n2/s' = (n2 - n1) / R Lensa +f > 0

Lensa -f < 0

M = |s'/s| = |y'/y|
1/f = (n2/n1 - 1)(1/R1 - 1/R2)
n2 = indeks bias lensa
n1 = indeks bias lingkungan
R1 ; R2 = jari-jari kelengkungan lensa

MENENTUKAN SIFAT DAN LETAK BAYANGAN PADA CERMIN CEKUNG (+) DAN LENSA CEMBUNC (+)
1.
Tentukan Jarak bayangan (s')
s
+ Þ bayangan nyata dan terbalik
- Þ bayangan maya dan tegak

2.
Tentukan pembesaran (M)

M
> 1 Þ diperbesar
= 1 Þ sama besar
< 1 Þ diperkecil
 
3.
Letak benda dan bayangan dapat ditentukan berdasarkan
(No) ruang benda + (No) ruang bayangan = 5
Jika :

(No) ruang benda > (No) ruang bayangan Þ bayangan diperkecil
(No) ruang benda < (No) ruang bayangan Þ bayangan diperbesar

Pada cermin cekung, benda dan bayangan di ruang 1, 2 den 3 adalah positif dan di ruang 4 adalah negatif, begitu juga sebaliknya untuk cermin cembung
SMA NEGERI 01 UNGGULAN KAMANRE

warna benda

•
Benda yang memantulkan suatu gelombang cahaya tertentu akan berwarna seperti cahaya yang dipantulkannya.
•
Dalam ruang yang tidak ada cahaya, semua benda terlihat hitam karena tidak ada cahaya yang datang dan dipantulkan
•
Warna primer adalah warna dasar yang dapat dipakai untuk membentuk warna lain, misalnya merah, biru dan hijau.
•
Warna sekunder adalah warna campuran dari dua warna primer, misalnya kuning, sian dan magenta.
•
Warna komplemen adalah warna yang jika disatukan membentuk warna putih, misalnya hijau + magenta ® putih.
Filter Cahaya:

Warna filter cahaya sama dengan warna cahaya yang diteruskannya, sedangkan warna lain diserap oleh filter tersebut.

Warna Filter
Warna yang diteruskan

merah
hijau
biru
kuning
magenta
sian

me + ji
ku + hi
bi + ni + u
me + ji + ku + hi
me + ji + bi + ni + u
ku+hi+bi+ni+u
NGGULAN KAMANRE
Blog ini
Di-link Dari Sini
Daftar Blog Saya
Blog ini
 
 
 
 
Di-link Dari Sini
 
 
 

Daftar Blog Saya
 
 
 

Senin, 30 Mei 2011

dispersi

spersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma.
Peristiwa dispersi ini terjadi karena perbedaan indeks bias tiap warna cahaya. Cahaya berwarna merah mengalami deviasi terkecil sedangkan warna ungu mengalami deviasi terbesar.
Sudut dispersi
F = du - dm
F = (nu - nm)b

dm = sudut deviasi merah
du = sudut deviasi ungu
nu = indeks bias untuk warna ungu
nm = indeks bias untuk warna merah

Catatan :
Untuk menghilangkan dispersi antara sinar ungu dan sinar merah kita gunakan susunan Prisma Akhromatik.
Ftot = F kerona - Fflinta = 0
Untuk menghilangkan deviasi suatu warna, misalnya hijau, kita gunakan susunan prisma pandang lurus.
Dtot = Dkerona - Dflinta = 0

Gbr. Plan Paralel
Sinar datang L menghasilkan warna-warna di atas permukaan lapisan (misal minyak) dengan syarat:
2 nd cos r = (2m -1)1/2 l terang (maks)
(2m)1/2 l gelap (min)
Jika sinar datang tegak lurus permukaan lapisan maka cos r = 1
m = Orde = 1, 2, 3, ........
l = panjang gelombang cahaya di udara
n= indeks bias lapisan

pemantulan

Optika Geometri mempelajari sifat-sifat cahaya sebagai gelombang yang rnengalami pemantulan dan pembiasan.
PEMANTULAN (REFLEKSI)

Gbr. Pemantulan (Refleksi)
Pada proses pemantulan berlaku:
•
sinar datang d, garis normal N dan sinar pantul p terletak pada bidang datar

•
sudut datang (a) = sudut pantul (b)


PEMBIASAN (REFRAKSI)

Gbr. Pembiasan (Refraksi)
Pada proses pembiasan berlaku Hukum SNELLIUS:
•
sinar datang dari medium kurang rapat (n1) menuju medium lebih rapat (n2) akan dibiaskan mendekati garis normal, begitu juga sebaliknya.
sin i / sin r = n2 / n1 = v1 / v2 = kontanta

•
karena v = f . l dan f adalah konstan pada saat sinar melalui bidang batas n1 - n2 maka sin i / sin r = l1 / l2


PEMANTULAN SEMPURNA
Syarat terjadinya pemantulan sempurna:
•
sinar datang dari n2 menuju ke n1, dimana n2 > n1


•
sudut datang (i) lebih besar daripada sudut batas (Fb) atau i > Fb
sin Fb = n1 / n2



CONTOH-CONTOH PEMBIASAN:
Benda tidak terlihat pada tempat sebenarnya
n2 / n1 = Y2 / Y1
Y1 = kedalaman sesungguhnya
Y2 = kedalaman semu



Gbr. Contoh Pembiasan 1
Pembiasan Oleh Keping Paralel
t = d sin (i - r)/cos r
d = tebal keping
t = pergeseran sinar ke luar terhadap sinar masuk


Gbr. Contoh Pembiasan 2

PEMBIASAN PADA PRISMA

Gbr. Pembiasan Pada Prisma
Sudut deviasi d adalah sudut antara arah sinar masuk dan arah sinar ke luar prisma.
d = i1 + r2 - b

Jika BA = BC Þ i1, maka deviasi menjadi sekecil-kecilnya Þ deviasi minimum (dm).
sin 1/2 (b + dm) = n2/n1 sin 1/2 b


Jika b (sudut pembias prisma) kecil sekali (b < 15) maka Þ
dm = ( n2/n1 - 1)b